Buku Pelajaran Agama Islam 1 oleh Buya Hamka
Rp 55.000

Buya Hamka

Pelajaran Agama Islam 1

Pelajaran Agama Islam 1

Buku

Detail Produk

Penerbit

Republika

Berat

220 gram

Tipe Produk

Buku

Kategori

Islam

Bahasa

Indonesia

Jenis Cover

Softcover

Deskripsi

Tauhid merupakan pelajaran agama Islam pertama dan utama. Inilah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW., begitu diutus menjadi nabi dan rasul, dan ini pula yang seharusnya kita miliki dan didik pertama kali kepada anak-anak kita. kita mengenal dan mengenalkan rukun iman, kita jaga dan rawat agar keimanan tetap bersemayam kuat dalam hati kita dan anak-anak kita.

Hati yang kosong dari iman ibarat rumah tak berpondasi atau pohon tak berakar. Pun demikian hati yang diisi dengan keimanan yang keliru, bagaikan pohon dengan akar yang sakit atau rumah dengan pondasi seadanya. Keduanya tidak akan menolong dan memberi manfaat.

Melalui buku ini Buya Hamka mengajarkan bagian terpenting dari ajaran agama Islam Iman. Dalam bingkai wahyu dan akal, rukun iman diuraikan dengan jelas dan mudah dipahami.

Buku Pelajaran Agama Islam 1 mencoba memaparkan pemikirannya Buya Hamka tentang rukun iman yang dijelaskan berdasarkan keterangan wahyu. Buku ini diharapkan dapat tauhid dan iman kita sehingga kita bisa selamat mengarungi kehidupan dunia dan menjadi bagian dari orang-orang yang mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat.

Tentang Penulis

Buya Hamka
Buya Hamka

Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, yang lebih dikenal dengan nama pena Buya Hamka, adalah seorang ulama kharismatik, sastrawan legendaris, dan pahlawan nasional Indonesia. Lahir di Sumatra Barat pada tahun 1908, ia merupakan sosok autodidak yang melahirkan karya-karya monumental lintas genre, mulai dari tafsir agama hingga novel roman. Perpaduan unik antara kedalaman ilmu keislaman dan kepekaan sastranya membuat gaya penulisannya sangat menyentuh hati, humanis, dan mudah dicerna oleh berbagai lapisan masyarakat di Asia Tenggara. Sebagai sastrawan, Hamka berhasil menggetarkan dunia literasi lewat novel ikonik seperti Tenggelamnya Kapal Van der Wijck dan Di Bawah Lindungan Ka'bah, yang mengkritik tradisi kawin paksa dan rigiditas adat berlatar budaya Minangkabau. Namun, mahakarya terbesarnya yang mengukuhkan posisinya sebagai pemikir Islam terkemuka adalah Tafsir Al-Azhar, sebuah karya komprehensif 30 juz yang sebagian besar ia selesaikan saat mendekam di penjara sebagai tahanan politik era Orde Lama. Dedikasi hidupnya dalam menulis tidak hanya memperkaya khazanah sastra nasional, tetapi juga memberikan tuntunan moral dan spiritual yang tetap relevan hingga hari ini.

Lihat profil lengkap

Ulasan Produk

0,0
0 ulasan
5
0
4
0
3
0
2
0
1
0

Belum ada ulasan untuk produk ini.

Produk Terkait

Lihat Semua