Buku Mutiara Falsafah Buya Hamka - Lembaga Budi oleh Buya Hamka
Rp 60.000

Buya Hamka

Mutiara Falsafah Buya Hamka - Lembaga Budi

Mutiara Falsafah Buya Hamka - Lembaga Budi

Buku

Detail Produk

Penerbit

Republika

Berat

250 gram

Tipe Produk

Buku

Kategori

Islam

Bahasa

Indonesia

Jenis Cover

Softcover

Deskripsi

"Peribasa menyebutkan; Tegak rumah karena sendi, runtuh sendi rumah binasa. Sendi bangsa ialah budi, runtuh budi runtuhlah bangsa.

Lihatlah sejarah bangsa-bangsa yang telah hilang, baik di Barat atau di Timur, sejak dari bangsa Yunani dan Romawi Tua, sampai kepada kaum muslimin yang telah mencapai puncak mercu kemuliaan? Bagaimana mereka menderita kerobohan, keruntuhan, dan kehancuran? Bukankah setelah budi mereka merosot jatuh? Inilah Hukum Allah, Sunnatullah yang tidak dapat diubah.

Betapa pentingnya menegakkan budi. Di buku keempat seri Mutiara Falsafah Buya Hamka ini, Buya Hamka menguraikan beragama budi yang harus diketahui dan diamalkan oleh setiap manusia yang mendamba kebahagiaan, kesuksesan, dan kemuliaan sejati. "

Tentang Penulis

Buya Hamka
Buya Hamka

Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, yang lebih dikenal dengan nama pena Buya Hamka, adalah seorang ulama kharismatik, sastrawan legendaris, dan pahlawan nasional Indonesia. Lahir di Sumatra Barat pada tahun 1908, ia merupakan sosok autodidak yang melahirkan karya-karya monumental lintas genre, mulai dari tafsir agama hingga novel roman. Perpaduan unik antara kedalaman ilmu keislaman dan kepekaan sastranya membuat gaya penulisannya sangat menyentuh hati, humanis, dan mudah dicerna oleh berbagai lapisan masyarakat di Asia Tenggara. Sebagai sastrawan, Hamka berhasil menggetarkan dunia literasi lewat novel ikonik seperti Tenggelamnya Kapal Van der Wijck dan Di Bawah Lindungan Ka'bah, yang mengkritik tradisi kawin paksa dan rigiditas adat berlatar budaya Minangkabau. Namun, mahakarya terbesarnya yang mengukuhkan posisinya sebagai pemikir Islam terkemuka adalah Tafsir Al-Azhar, sebuah karya komprehensif 30 juz yang sebagian besar ia selesaikan saat mendekam di penjara sebagai tahanan politik era Orde Lama. Dedikasi hidupnya dalam menulis tidak hanya memperkaya khazanah sastra nasional, tetapi juga memberikan tuntunan moral dan spiritual yang tetap relevan hingga hari ini.

Lihat profil lengkap

Ulasan Produk

0,0
0 ulasan
5
0
4
0
3
0
2
0
1
0

Belum ada ulasan untuk produk ini.

Produk Terkait

Lihat Semua