Detail Produk
9786023919710
Diva Press
2020
132 halaman
Buku
Indonesia
Deskripsi
Gondrong, murah senyum, ringan tangan, dan pantang menyerah dan sekaligus mudah tergores psikisnya.
Lama di Pesantren, fasih ilmu agama, jago ziarah kubur, dan tahan banting puasa, tapi sekaligus mudah tersentuh hatinya pada lalu-lalang kaum Hawa di keramaian.
Kombinasi psikis yang mudah tergores dan hati yang mudah tersentuh membuatnya kerap saking leher karena getol menoleh ke sana-sini dan sering letih lesu karena makin sering ke kamar mandi.
Namanya Cito. Lengkapnya Citogog. Di usianya yang matang-pohon itulah, semesta memperjumpakannya dengan Citi, mahasiswi, aktivis, cerdas, mapan, ayu pula.
Seperti biasa seketika tergoreslah jiwa Cito yang gampang sayang, gampang kangen itu.
Ulasan Produk
Belum ada ulasan untuk produk ini.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah buku Balada Cito Citi ini original?
Ya, semua produk yang dijual di Rakulo adalah original 100% dari penerbit atau produsen resmi. Kami tidak menjual produk bajakan atau reproduksi.
Berapa lama pengiriman buku ini?
Estimasi pengiriman bervariasi tergantung kota tujuan. Untuk wilayah Jabodetabek biasanya 1-3 hari kerja, Pulau Jawa 3-7 hari kerja, dan luar Jawa 7-14 hari kerja. Pengiriman diproses setiap hari kerja (Senin-Jumat).
Bagaimana cara pembayaran di Rakulo?
Rakulo menerima pembayaran melalui transfer bank BCA dan QRIS (semua e-wallet dan mobile banking). Semua transaksi dijamin aman.
Apakah bisa mengembalikan buku jika ada kerusakan?
Ya, Rakulo menerima pengembalian buku jika terdapat cacat produksi atau kerusakan akibat pengiriman, dengan syarat Anda melampirkan video unboxing sebagai bukti. Hubungi kami dalam 3 hari setelah barang diterima melalui WhatsApp atau halaman Hubungi Kami untuk proses pengembalian.
Produk Terkait
Lihat Semua
Balada Cito Citi 2
Edi AH Iyubenu
Tangan Yang Lain
Tia Setiadi
Sedikit Tertawa, Banyak Menangis
Azizah Hefni
Si Gila
Kahlil Gibran
Hilda; Cinta, Luka, dan Perjuangan
Muyassarotul Hafidzoh
Cerita Pilu Manusia Kekinian: Renungan-renungan Sedih yang Dirasa Berharga untuk Merawat Hakikat Kemanusiaan Kita
Edi AH Iyubenu