Deskripsi
SINOPSIS Kota Iram disebutkan sekilas dalam al-Quran. Menurut legenda Arab, Iram adalah replika surga di bumi, yang dibuat Raja Syaddad, putra âAd, untuk menandingi surga hakiki di langit. Seperti di surga, di Iram terdapat begitu banyak istana megah, taman, kolam, sungai, dan lainnya, yang dibangun dari batu-batu mulia, misalnya emas, perak, yaqut, zabarjud, dan mutiara. Namun, setelah selesai, Raja Syaddad belum sempat melihat hasilnya karena keburu mati dalam perjalanan menuju ke sana. Tak ada yang berhasil menemukan atau mencapai Iram, hingga sebuah nubuat menyebut bahwa pada akhir zaman akan ada seseorang yang menemukan kota itu. Orang itu adalah seorang badui bernama Ibnu Qulabah yang hidup pada masa Khalifah Dinasti Umayyah Muâawiyah bin Abi Sufyan. Disebutkan, ia dan untanya tersesat di gurun sahara, lalu sampai di sebuah reruntuhan kota kuno yang gambarannya mirip dengan yang ia ketahui dari legenda kakek moyangnya. Muâawiyah pun memanggilnya dan memintanya menceritakan apa yang ia lihat dan bawa dari sana. Informasi itu lalu Muâawiyah tanyakan kepada Kaâab al-Ahbar yang tahu betul legenda-legenda kuno Arab. Kaâab pun memastikan bahwa itulah Iram legendaris yang hilang! Dari titik itulah buku ini ditulis. Buku ini tak hanya menelusuri sejarah Iram, apakah itu sebuah nama kota, nama suku, nama orang, serta perkiraan lokasinya dan gambaran tentangnya, tetapi lebih jauh adalah membaca secara kritis dan filosofis makna-makna simbolik penemuan Iram dari seorang badui yang tersesat di gurun pasir. Bagi penulis buku ini, legenda dan mitos seputar Iram sejatinya menyembunyikan fakta terdalam keinginan manusia yang tiada akhir untuk kembali ke asal-muasalnya, yaitu surga hakiki di langit. *** âBuku yang sangat menarik yang mungkin mengejutkan Anda dengan beberapa informasi dan penjelasan baru. Penulis secara ekstensif mempelajari beberapa mitos dan menafsirkannya dalam arti literal dan linguistiknya, yang menurut saya logis dan dapat dipercaya.â âGoodreads PENULIS DR. FADHIL AR-RUBAIâI. Lahir di Baghdad, Irak, tahun 1952. Dia adalah pemikir kritis dan ahli sejarah Timur Tengah. Sejak muda dia aktif di bidang sastra, pemikiran, dan politik. Karya-karyanya sangat banyak, meliputi fiksi dan nonfiksi. Karya-karya nonfiksinya berisi kajian kritis terhadap sejarah Timur Tengah kuno, terutama berkaitan dengan legenda-legenda dan mitos-mitos yang menurutnya menyimpan fakta sejarah tersembunyi di dalamnya. Beberapa karyanya antara lain: Filisthin al-Mutakhayyalah 1-2, al-Quds Laisat Ursyalim, UsthĂťrah âUbur al-Urdun wa SuqĂťth Ariha, HaqĂŽqah as-Sabbi al-Babili, Banu Israil wa Musa Lam YakhrujĂť min Mishr, Yahudza wa as-Samirah: al-Bahts âan Mamlakah Himyar al-Yahudiyah, Ibrahim wa Sarah, Ismaâil wa Hajar, Makkah wa Ilaf Quraisy, asy-Syaithan wa al-âArsy: Rihlah an-Nabiy Sulaiman ila al-Yaman, Yusuf wa al-Biâr, al-UsthĂťrah wa as-Siyâsah, Jibril wa an-Nabiy, Asyââr al-Anbiyââ wa Mazâmir al-Kahinah, dan al-Alghâz al-Kubra fi al-Yahudiyah.