John Stott , Dale Larsen , amp; Sandy Larsen
Ucapan Bahagia: Mengembangkan Karakter Spiritual
oleh John Stott , Dale Larsen , amp; Sandy Larsen
Hemat Rp 6.000
Detail Produk
9786235801278
Literatur Perkantas
60 halaman
100 gram
Buku
Kristen
Indonesia
Deskripsi
Buku ini mengajak pembaca memahami delapan Ucapan Bahagia sebagai bagian pembuka Khotbah di Bukit, salah satu pengajaran Yesus yang paling dikenal sekaligus menantang untuk dipahami dan dijalankan. Melalui pembahasannya, John Stott, Dale Larsen, dan Sandy Larsen menyoroti gambaran tentang karakter spiritual yang diharapkan tampak dalam diri para murid dan warga kerajaan Allah.
Lebih dari sekadar uraian mengenai berkat, buku ini membantu melihat bahwa pemberian Allah bukanlah upah atas kinerja manusia, melainkan anugerah. Sikap hidup yang mengikuti standar Kristus menjadi bukti tentang identitas seseorang yang telah menerima karunia tersebut. Karena itu, pembaca diajak memperhatikan kaitan iman dengan sistem nilai, standar etis, kehidupan beragama, sikap terhadap uang dan ambisi, gaya hidup, serta relasi sosialβwilayah-wilayah yang kerap berbeda dari pola dunia bukan Kristen.
Buku ini sesuai bagi pembaca yang ingin mendalami Alkitab, khususnya Khotbah di Bukit dan makna Ucapan Bahagia, sekaligus merefleksikan pembentukan karakter spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan para penulisnya, buku terbitan Literatur Perkantas ini dapat menjadi bahan bacaan untuk memahami bagaimana ajaran Yesus menuntun umat-Nya menjalani kehidupan yang mencerminkan anugerah Allah.
Kenapa Memilih Produk Ini?
- Mengupas delapan Ucapan Bahagia sebagai pembuka Khotbah di Bukit.
- Menjelaskan karakter spiritual para murid dan warga kerajaan Allah.
- Menegaskan berkat Allah sebagai anugerah, bukan upah atas kinerja manusia.
- Mengaitkan iman dengan etika, agama, uang, ambisi, gaya hidup, dan relasi sosial.
- Mendampingi refleksi pembentukan karakter spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Tentang Penulis
John Robert Walmsley Stott lahir pada 27 April 1921 di London, Inggris, sebagai putra Sir Arnold Stott, seorang dokter terkemuka di Harley Street yang beragama agnostik, dan Emily "Lily" Stott yang dibesarkan dalam tradisi Lutheran. Ibunya membesarkan John untuk membaca Alkitab, berdoa, dan menghadiri sekolah minggu di All Souls Church, Langham Place, London. Pada usia delapan tahun, ia dikirim ke sekolah asrama, dan pada tahun 1935 melanjutkan ke Rugby School. Di sanalah pada tahun 1938, Stott mendengar khotbah Eric Nash yang mengubah hidupnya—ia menerima Kristus sebagai Juruselamat di kamar asramanya malam itu. Stott kemudian belajar bahasa modern di Trinity College, Cambridge, meraih nilai tertinggi dalam bahasa Prancis dan teologi, lalu melanjutkan studi teologi di Ridley Hall, Cambridge. Stott ditahbiskan sebagai pendeta Anglikan pada tahun 1945 dan menjadi kurator di All Souls Church, Langham Place—gereja tempat ia dibesarkan. Pada usia 28 tahun (1950), ia diangkat menjadi rektor dan melayani di sana hingga 1975, kemudian menjadi rektor emeritus hingga akhir hayatnya. Selama lebih dari 50 tahun, Stott menjadi tokoh sentral dalam kebangunan injili di Inggris dan dunia. Ia memimpin sekitar 50 misi universitas di berbagai negara antara tahun 1952 hingga 1977. Pada tahun 1974, ia menjadi salah satu penulis utama Lausanne Covenant, sebuah dokumen penting bagi gerakan injili global yang diinisiasi oleh Billy Graham. John Stott menulis lebih dari 50 buku, termasuk Basic Christianity yang telah terjual lebih dari 2,5 juta eksemplar dan diterjemahkan ke lebih dari 60 bahasa, serta The Cross of Christ yang dianggap sebagai karya besarnya. Pada tahun 1969, ia mendirikan Langham Trust (kini Langham Partnership) untuk melatih para pendeta di negara-negara berkembang, menyumbangkan seluruh royalti bukunya untuk pelayanan ini. Pada tahun 2005, majalah Time menempatkannya dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia. Billy Graham menyebutnya "pendeta paling dihormati di dunia saat ini." Stott tetap lajang seumur hidupnya, percaya bahwa Tuhan memanggilnya untuk tidak menikah agar dapat lebih fokus melayani. Ia meninggal dunia dengan damai pada 27 Juli 2011, dikelilingi keluarga dan sahabat yang membacakan Alkitab dan mendengarkan Handel's Messiah.
Lihat profil lengkapUlasan Produk
Belum ada ulasan untuk produk ini.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah buku Ucapan Bahagia: Mengembangkan Karakter Spiritual ini original?
Ya, semua produk yang dijual di Rakulo adalah original 100% dari penerbit atau produsen resmi. Kami tidak menjual produk bajakan atau reproduksi.
Berapa lama pengiriman buku ini?
Estimasi pengiriman bervariasi tergantung kota tujuan. Untuk wilayah Jabodetabek biasanya 1-3 hari kerja, Pulau Jawa 3-7 hari kerja, dan luar Jawa 7-14 hari kerja. Pengiriman diproses setiap hari kerja (Senin-Jumat).
Bagaimana cara pembayaran di Rakulo?
Rakulo menerima pembayaran melalui transfer bank BCA dan QRIS (semua e-wallet dan mobile banking). Semua transaksi dijamin aman.
Apakah bisa mengembalikan buku jika ada kerusakan?
Ya, Rakulo menerima pengembalian buku jika terdapat cacat produksi atau kerusakan akibat pengiriman, dengan syarat Anda melampirkan video unboxing sebagai bukti. Hubungi kami dalam 3 hari setelah barang diterima melalui WhatsApp atau halaman Hubungi Kami untuk proses pengembalian.
Produk Terkait
Lihat Semua
8 Sabda Bahagia dan Ajaran Sosial Gereja
RD St. Sutopanitro
100 Kisah Kebahagiaan & Sukacita - Ilustrasi dan Renungan yang Membangun Iman
Djohan Handojo
Murid: Panggilan Menjadi Seperti Kristus
John Stott
Kuasa Kata-Kata dan Keajaiban Allah
John Piper & Jutin Taylor ED
100 Kisah Bersyukur - Ilustrasi dan Renungan yang Membangun Iman Anda
Djohan Handojo
Bagaimana Kebahagiaan Terjadi - How Happiness Happens
Max Lucado